Ramalan Kiamat Yang Meleset - DUA puluh satu Desember dua ribu dua belas. Akhirnya kita tiba di tanggal keramat ini.
Sejak dua tahun terakhir, tanggal itu jadi tenar lantaran dikatakan
di tanggal itu dunia yang kita tinggali berakhir atawa terjadi kiamat.
Awalnya adalah bangsa kuno Maya di Amerika Tengah yang membuat
perhitungan tahun kalender yang berakhir di tahun 2012. Tepatnya,
kalender Maya hanya sampai menyebut tanggal 21 Desember 2012. Banyak
menafsirkan dunia akan kiamat di tanggal itu.
Toh, sampai tulisan ini dibuat, tak terjadi kiamat. Selain dasarnya
bukan berasal dari acuan agama yang kita anut, sepanjang sejarah manusia
sudah sering meralamalkan kiamat. Tapi, belum satu ramalan pun yang
terbukti kebenarannya. Kapan saja kiamat pernah diramalkan dan ternyata
batal?
1533
Seorang warga Jerman bernama Michael Stifel
meminta pengikutnya menjual seluruh harta mereka karena yakin hari akhir
akan terjadi pada 3 Oktober 1533. Ia begitu yakin akan perhitungannya.
Di hari yang telah ditentukan ia bersama pengikutnya naik ke sebuah
bukit dengan alasan agar mudah diangkat ke surga. Ditunggu-tunggu kiamat
tak kunjung datang. Stifel dan pengikutnya pun turun. Walau ramalannya
terbukti gagal, Stifel tetap yakin kiamat segera datang. Ia akhirnya
meminta dipenjara untuk perlindungan dari hari akhir. Ada-ada saja.
1666Dalam
tradisi Kristen, angka 666 dianggap sebagai angka setan. Maka, tak
heran menjelang dan saat tahun itu tiba seluruh warga Eropa didera rasa
termat cemas, jangan-jangan ini tahun terakhir mereka hidup di bumi.
Apalagi setahun sebelumnya wabah penyakit menyapu Eropa menewaskan 100
ribu orang, seperlima warga London. Bencana itu membuat orang-orang
makin khawatir kiamat sudah dekat. Hingga pada 2 September 1666 sebuah
kebakaran besar melanda London. Kebakaran berlangsung selama tiga hari
dan membakar lebih dari 13 ribu gedung dan puluhan ribu rumah. Namun
akhirnya diketahui hanya 10 orang tewas dalam kebakaran, yang meskipun
besar, bukanlah akhir dari dunia.
1844
William Miller disebut majalah Time sebagai
nabi palsu paling tenar. Pada 1840-an ia mulai berkhotbah kehidupan
dunia sebentar lagi berakhir, Yesus akan kembali turun ke bumi, dan bumi
bakal hancur antara tanggal 21 Maret 1843 hingga 21 Maret 1844. Ia
menyampaikan khotbahnya dengan mengumpulkan orang di keramaian, mencetak
poster dan tulisan. Sepanjang 1840 dan 1844 sebanyak 100 ribu orang
termakan omongannya, menjual harta benda mereka dan pergi ke perbukitan
menunggu kiamat datang. Saat tanggal yang ditetapkannya tak terjadi
apa-apa, Miller mengubah ramalannya jadi 23 Oktober tahun yang sama.
Hasilnya serupa. Kiamat tak mampir di hari itu.
1914
Perang Dunia pertama dimulai di tahun itu.
Hal itu tak hanya membuat orang ketakutan dilanda perang, tapi was-was
jangan-jangan ramalan pendiri majalah Watch Tower Charles Taze
Russell tentang akhir dunia benar adanya. Russell meramalkan Yesus turun
ke bumi pada 1914. Saat perang besar terjadi tahun itu, Russell
menafsirkannnya sebagai pertanda kiamat akan datang. Sejarah membuktikan
sebaliknya. Perang Dunia I berakhir 1918.
1977
Pada 28 Februari 1963, sebelum matahari
terbenam, di saat langit Arizona, AS memperlihatkan gumpalan awan
misterius nan cantik, pendeta William Branham menuju padang gurun
mendaki bukit Sunset dan mengklaim bertemu 7 malaikat yang mengungkap 7
perisai di Kitab Revelation. Beberapa hari kemudian ia mengutarakan 7
khotbah di Jeffersonville, Indiana, selama 7 malam. Ia meramal Yesus
akan turun ke bumi tahun 1977.Namun, ia tak melihat ramalannya ternyata
gagal karena saat sedang menyetir di Texas pada Desember 1965, seorang
pengemudi mabuk menabrak mobilnya. Di malam Natal atau 6 hari setelah
insiden tabrakan, Branham meninggal.
1988Pendeta Hal Linsey mengubah ramalan kiamatnya beberapa kali. Ia menulis buku
Late Great Planet Earth
yang jadi buku laris di tahun 1970-an. Di bukunya, ia meramal kiamat
terjadi 31 Desember 1988. Ia mengutip ancaman bencana nuklir, komunisme
Uni Soviet, dan kelahiran negara Israel sebagai tanda-tanda kiamat.
Tentu kiamat tak terjadi tahun itu. Negara Uni Soviet malah bubar. Tapi
Linsey tak lelah meramal bahkan di tahun 1990-an dan 2000-an. Linsey
kemudian tak hanya salah meramal, tapi lebih dari itu, ia membuat
buku-buku ramalan kiamat jadi genre populer. Setelahnya banyak
bermunculan buku sejenis. Salah satunya Edgar Whisenant yang menerbitkan
buku pada 1988, mendukung ramalan Linsey,
88 Reasons Why Rapture Will Be in 1988 (88 Alasan Kiamat Bakal Terjadi Tahun 1988). Buku itu laku terjual 4,5 juta eksemplar.
1993David Koresh mengunci diri beserta pengikut
sektenya di sebuah kawasan peternakan di Waco, Texas, pada 1993. Ia
meyakinkan pada pengikutnya kalau ia Yesus dan mereka semua harus
bersiap menyambut kiamat yang segera datang. Saat pihak berwenang Texas
bermaksud menggeledah tempat Koresh dan pengikutnya tinggal yang dinamai
Mount Carmel Center, karena dicurigai ada penyiksaan terhadap anak-anak
dan wanita plus senjata ilegal. Namun, Koresh dan pengikutnya melawan.
Empat petugas tewas. Koresh tak mau menyerah. Selama 50 hari terjadi
ketegangan di peternakan itu. Hingga, pada 19 April tahun itu, FBI
akhirnya menyerbu peternakan. Lusinan orang tewas termasuk Koresh.
1994 Pada
1992, Harold Camping menerbitkan buku berjudul 1994? Yang meramalkan
kiamat bakal terjadi pertengahan September 1994. Ia bilang Yesus bakal
turun ke bumi lalu kiamat datang. Camping mendasarkan ramalannya dari
hitung-hitungannya pada angka-angka di Alkitab. Dari rumusan yang ia
buat diperoleh angka itu. Tapi dunia tidak berakhir di tahun 1994.
Begitu juga di tahun 1995 sewaktu ia merevisi hitungannya.
1997
Anggota sekte Pintu Surga yakin kehancuran
bumi datang setelah komet Hale-Bopp lewat pada 1997. Mereka meyakini
satu-satunya cara untuk selamat adalah dengan bunuh diri sehingga arwah
langsung diangkut oleh pesawat makhluk luar angkasa dan terbang di
belakang ekor komet. Sebanyak 38 jasad pengikut aliran sesat itu
ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah di California pada Maret 1997.
2000
Perpindahan milenium pernah juga diramal
jadi akhir dunia. Ada lusinan sekte sesat meramalkan kiamat bakal datang
di pergantian 1000 tahun. Apalagi dengan adanya kekhawatiran sistem
komputer bakal kacau di saat milenium berganti alias Y2K. Sistem
penanggalan komputer yang hanya mengenal dua digit tahun akan
mengacaukan sistem kerjanya—karena komputer akan membaca tahun 2000
sebagai tahun 1900. Nyatanya, tak terjadi kerusakan berarti. Padahal
Carlos Roa, seorang kiper Argentina, sudah menolak perpanjangan kontrak
dengan sebuah klub spanyol karena yakin hari akhir datang pada 1 Januari
2000.
2011
Harold Camping kembali di tahun 2011. Ia
merevisi hitung-hitungannya tahun 1994 dulu menjadi 21 Mei 2011. Ketika
tak terjadi kiamat di tanggal itu ia berdalih, “Hari penghakiman
betul-betul terjadi, sayangnya tidak ada jiwa yang pantas untuk
diselamatkan dan diangkat ke langit, jadi tak ada yang merasakan hari
itu datang.” Lalu mengapa Camping juga tidak “diselamatkan”? Apakah ia
temasuk orang-orang yang tak pantas diangkat ke langit? “Saya ditugasi
untuk membawa 80 juta orang di dunia, termasuk para pengikut saya untuk
dikumpulkan di Cayman Island saat dunia berakhir bulan Oktober nanti.”
Oktober? Kok mundur lagi? Reuters mencatat, menurut teori pendiri radio
Family Radio Network ini, 21 Mei hanya awal serangkaian peristiwa besar
yang mengacu pada bencana dahsyat yang disebut kiamat. Bencana besar
yang menghancurkan dunia beserta isinya itu diprediksi akan terjadi 21
Oktober. Nyatanya tak terjadi apa-apa di tanggal itu.
2012
Kiamat batal lagi.