Search This Blog

Showing posts with label Bencana. Show all posts
Showing posts with label Bencana. Show all posts

10 Orang Yang Rela Mengorbankan Diri

Meski kondisi dunia dalam perkembangannya terkadang tidak bersahabat, namun tahukah kamu kalau masih banyak orang-orang baik di berbagai belahan bumi ini.
Orang-orang baik itu bahkan masih memahami betul apa arti sebuah pengorbanan. Bukan hanya mengorbankan waktu, harta, atau masa depan, rupanya ada orang yang sampai rela mengorbankan diri mereka sendiri untuk orang yang dikasihi.
Terdengar aneh memang, tapi hal seperti itu benar-benar ada dan terjadi. Tak percaya? Intip 10 di antaranya.
1. Tiga Pria Chernobyl
Tiga Pria Chernobyl
Ledakan Chernobyl adalah salah satu contoh kekuatan nuklir paling mengerikan sepanjang sejaran manusia. Namun bencana itu mungkin bisa jauh lebih buruk jika tanpa bantuan ketiga orang ini. Saat itu situasi terjadi karena sepotong besar karbon radioaktif dalam bahaya siap mencair ke dalam kolam air yang jika terjadi maka bisa menimbulkan ledakan uap maha dahsyat dan melepaskan ribuan ton material radioaktif ke udara.
Untuk menyelamatkan jutaan manusia, kolam renang itu harus segera dikuras, dan dalam keadaan genting itu, tiga orang sukarelawan yakni Alexei Ananenko, Valeri Bezpalov dan Boris Baranov rela melompat ke kolam dan membuka katup saluran pembuangan yang akhirnya tewas karena radiasi demi menyelamatkan negara mereka.

2. Petugas Artur Kasprzak
Petugas Artur Kasprzak

Diperkirakan Makhluk Bumi Akan Musnah 2,8 Miliar Tahun kedepan?

Kapan kehidupan di Bumi berakhir? Pertanyaan tersebut selalu menarik dan tak henti-hentinya dibahas. Namun, jawabannya masih misteri hingga saat ini.

Jack O'Malley-James dari University of St Andrews di Inggris berusaha mengetahuinya dengan melakukan pemodelan. Tentu, pemodelan dilakukan dengan dukungan dasar-dasar ilmiah.



http://asalasah.blogspot.com/2013/02/makhluk-bumi-akan-musnah-28-miliar.html
Bintang merah, sumber : Bangkapos
Hasil pemodelan, seperti diberitakan New Scientist, Kamis (1/11/2012), menyatakan, kehidupan di Bumi akan berakhir dalam 2,8 miliar tahun, ketika Matahari berubah menjadi bintang raksasa merah. Selama satu miliar tahun sebelum kehidupan benar-benar berakhir, makhluk hidup yang eksis hanyalah mikroorganisme.

Lewat pemodelan, sebenarnya ilmuwan ingin melihat kehidupan di planet yang mengorbit bintang yang usia dan kondisinya terus berubah.

O'Malley-James mengatakan, "Kemampuan mendukung kehidupan bukanlah atribut dari planet itu, tetapi sesuatu yang memiliki umur (batasan) sendiri."

Peneliti memulai dengan membuat pemodelan peningkatan suhu Bumi di berbagai ketinggian bersamaan dengan perubahan jangka panjang karakteristik orbitnya.

Pemodelan menunjukkan, organisme makro akan punah saat Matahari semakin memanas. Laut menguap dan lempeng tektonik berhenti beraktivitas karena tak ada air. Saat itu, kolam air garam panas eksis di wilayah Bumi yang cukup tinggi, misalnya di gua-gua yang dalam. Mikroba bisa hidup di wilayah itu selama satu miliar tahun sebelum akhirnya juga akan punah.

Dari pemodelan, peneliti mengungkapkan bahwa mungkin kehidupan di suatu planet adalah sebuah siklus. Awalnya, mikroba tercipta lebih dahulu selama 3 miliar tahun pertama. Evolusi kemudian mengizinkan terciptanya makroorganisme. Namun, pada akhirnya, organisme kompleks akan punah lebih dulu. Di masa akhir "kehidupan" planet, hanya mikroba yang bisa eksis.

Dengan pandangan itu, jika memang kehidupan ada di luar Bumi, maka mungkin hanya soal waktu saja mikroba dan makroorganisme bisa eksis.

"Bukanlah sebuah planet yang mati, melainkan mungkin sebuah planet baru ada pada fase akhir kemampuan mendukung kehidupannya," ungkap O'Malley-James.

Euan Monaghan dari Open University di Milton Keynes, Inggris, setuju dengan pemikiran bahwa kehidupan adalah siklus dari sederhana, kompleks, kemudian kembali ke sederhana lagi.

"Jika kehidupan eksis di banyak tempat, maka kita cuma perlu untuk menemukan periode yang tepat yang mendukung kehidupan multiseluler (kompleks)," urainya.
 
 
 

Chernobyl, Antara Teknologi, Kehancuran, Nuklir, dan Masa Depan

Tanggal 26 April 1986, 22 tahun lalu, pukul 01.23 terjadi ledakan pada Unit 4 PLTN Chernobyl. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat berkecamuk Perang Dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang.Trauma Hiroshima dan Nagasaki belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa Chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun. Berbagai media cetak dan elektronik sejagat memberitakan tragedi itu secara beragam baik yang bersifat normatif, emosional, ataupun bombastis.
http://www.stsci.edu/~inr/observ/dpics/chernobyl.jpg

Trauma yang melanda masyarakat di lokasi kejadian dan sekitarnya akibat peristiwa Chernobyl menjadikan setiap tanggal 26 April pukul 01.23 lonceng berdentang-dentang di Ukraina. Walaupun malam telah larut dan udara dingin, namun warga tetap terjaga. Mereka meletakkan bunga dan lilin di monumen korban bencana Chernobyl.

Banjir Bukan Halangan Untuk Tetap Terhubung

Hal-Hal Yang Akan Terjadi Kalau Ada Meteor Jatuh di Jakarta

Hal yang Akan Terjadi Kalo Ada Meteor Jatuh di Jakarta
Udah pada denger dong kalo beberapa hari yang lalu ada meteor yang jatoh di Rusia? Lumayan heboh tuh kemarennya. Nah, hari ini kita berandai-andai aja, seandainya meteor yang kemarin itu jatuhnya di Jakarta dan bukannya di Ural, kira-kira apa yang akan terjadi ya? Menurut MBDC sih ini dia hal-hal yang akan terjadi kalo ada meteor jatuh di Jakarta.

Heboh

Yaeyalah meteor gitu yang jatoh. Meteor Garden aja sempet bikin heboh apalagi meteor beneran (iya tau garing, bodo amat). Mengingat kita jarang jadi sorotan dunia, dengan kehadiran meteor di ibukota bisa dipastikan Indonesia akan go international dalam hitungan menit, dan akun twitter @GNFI akan memberitakan kejadian ini sebagai berita baik karena, meteor telah memilih Indonesia sebagai tempat pelandasan. Meh.

Rebutan

Siapa yang kira-kira bakalan punya hak untuk mengeksplor dan meneliti meteorit tersebut? BATAN? LAPAN? BMKG? LIPI? Belum lagi lembaga-lembaga non pemerintah, universitas dan lain-lain. Tapi yang pasti sih, kalau jatohnya di sini, kemungkinan para lembaga pemerintah gak akan punya sarana dan prasarana yang memadai untuk meneliti. Kemungkinan loh ya. Palingan diserahkan ke negara lain, soalnya kayaknya kita juga belum hukum maupun punya undang undang antariksa yang membahas mengenai siapa yang berhak meneliti kalau ada benda luar angkasa jatuh di wilayah kita.  Kayaknya sih gitu. Tapi kita bisa aja salah, namanya juga manusia.   

Seperti Kiamat !, Hujan Meteor Di Rusia Ratusan Orang Terluka

Gambar nemu dari : Tempo.co


Hujan meteor yang melanda wilayah Urals, Rusia pagi tadi waktu setempat benar-benar menimbulkan kepanikan warga. Bahkan ada yang mengira kiamat telah tiba.

Seorang saksi mata bernama Gulnara Dudka menceritakan peristiwa dramatis tersebut. Wanita muda itu mengaku takut dan mengira kiamat telah tiba.

"Saya melihat kilatan terang dari belakang saya. Semua menyala, sangat terang. Itu seperti di film Armageddon ketika hujan meteor dimulai, saya benar-benar mengira itu seperti kiamat," tutur wanita berumur 20-an tahun itu.