Search This Blog

Showing posts with label Arizuna. Show all posts
Showing posts with label Arizuna. Show all posts

Linn & Zuck

By : Arizuna Zukirama

Zuck: "Lo jangan coba-coba gangguin gadis gue lagi cott!"
Rein: "Siapa?"
Zuck: "Ga usah pura-pura goblok gitu deh! Jelek tau gak?!"
Rein: "Gue emang ga ngerti.."
Zuck: "Linn, cewek yang lo bawa kemarin itu udah hak milik gue ngerti ga?!"
Rein: "Kalo enggak kenapa?"
Zuck: "Oh dasar koteka rombeng!! Berani macam-macam lo ya? Lo tuh masih anak baru di siniiii...!!"
Rein: "Kata siapa? Aku bukan anak baru loh, aku udah delapan taun pake dave!"
Zuck: "MATAMU!! BERANI LO SAMA GUE?! HAH?! AYO BERANTEM SAMPAI JELEK?!" Dzigh! *jotos tanpa permisi* *kemudian lari*

========

Zuck: "Aku ga rela kamu jalan sama cowok lain lagi.."
Linn: "Syukurlah kalo begitu. Soalnya Rein tadi ngajakin aku pake avanza barunya. Berarti ga jalan kaki.."
Zuck: "Aku boleh nangis ga?" *mata berkaca-kaca nako*
Linn: "Uwuwuu, hahaha cup cup tayank tayank..."
Zuck: "Kalo kamu pergi mendingan kita end, abistu aku mau jadi homo aja!"
Linn: "HAHA Lucunya kamu. Emm.. Kalo gitu ayo temenin aku ke kuburan.."
Zuck: "Kamu gila ya? Ngapain?!"
Linn: "Mau mengubur semua kenangan masa laluku, soalnya sudah ada kamu, masa depannya aku.."
Zuck: "Tsahh.. Ayok!" *gendong di depan*

=========

Zuck: "Kamu tuh harus bisa menghargai
perasaanku.."
Linn: "Mas nya minta dihargai berapa? Kebetulan aku baru gajian ini, ehehe..."
Zuck: "Aku serius Sayang, serius! Tolong hargai aku, jangan suka berbuat seenak udelmu gitu.."
Linn: "Ciecie kok tau sih kalo enak, Mas
diem-diem pernah jilatin udel aku yaa? Hayo ngaku?"
Zuck: "Cetaan! Bawahnya mauk..." *lempar ke alang-alang*

==========

Zuck: "Dasar! Kamu tuh sebenarnya cewek
cacad ya kan?!"
Linn: "Kok mendadak kasar gitu sih ngomongnya?"
Zuck: "Cacat!"
Linn: "Eh Mas! Diayak dulu kalo ngomong!"
Zuck: "Emang kamu cacat kan? Sayap
bidadarimu udah patah ga bisa dipakai
lagi?"
Linn: "Eaa..."
Zuck: "Tapi aku malah seneng sih, soalnya kamu jadi ga bisa terbang kembali ke khayangan, muehehe..."
Linn: *pingsan di kebun* *tutupin daun pisang*

===========

Linn: "Lhoh Mas, tatto tengkorak ikan di
lengan kamu kemarin mana?"
Zuck: "Hilang Beb.."
Linn: "Kok bisa? Pake apa ngilanginnya?"
Zuck: "Hilang sendiri, tengkorak ikannya pas
aku lagi tidur dicolong sama si pus."
Linn: "SETRESS!" *sumpelin pempers*

============

Linn: "Mas selamat ulang tahun yaa..."
Zuck: "Kamu kemana aja sih, jam segini baru ingat?!"
Linn: "Emm.. Sengaja kok Mas. Aku menunggu jadi yang terakhir ngucapin, soalnya aku ingin kamu juga menjadi yang terakhir untukku.."
Zuck: "Eeaa.."
Linn: "Semoga panjang umur ya? Panjang
tangan juga.."
Zuck: "Kok panjang tangan? Pencuri
dong?"
Linn: "Gapapa. Asal cuma dipake buat mencuri hatiku..."
Zuck: "Cruudd.." *muntah beha*
Linn: "Muntah mobil dong Mas?" *nadahin*

============

Linn: "Yaudah ayuk kita jalan, untuk hari ini gapapa aku yang traktir.."
Zuck: "Tapi aku mandi dulu bentar.."
Linn: "Ga usah deh Mas. Ga usah diapa-apain juga aku tetep sayang sama kamu kok Mas.."
Zuck: "Yaampuun... Gombal bandel kamu hari ini sih Beb? Kalo gitu aku manasin motor aja..."
*10 menit kemudian*
Zuck: "Doh, kayaknya kita gagal pergi, motornya ga mau hidup.."
Linn: "Kenapa?"
Zuck: "Tau nih kenapa..."
Linn: "Coba diperiksa spionnya Mas, mungkin
posisinya kuras pas.."
Zuck: "Beb?! Kamu kumat lagi?!" *banting bepekabe*

=============

Linn: "Kalo penampilanku gimana mas? Udah
cantik belum?"
Zuck: "Emm.. Cantik.."
Linn: "Cantik?"
Zuck: "Iya, cantik.."
Linn: "Cantik banget?"
Zuck: "Iya.."
Linn: "Cantik banget banget banget nget?!"
Zuck: "Iya, iya! Sempak anoa! Ih.."
Linn: "Mhehehe.." *nyengir mak lampir*

==========

Zuck: "Ayok berangkat Sayang, motornya udah jadi.."
Linn: "Yuk.. Emm tapi aku nanya dulu ya?"
Zuck: "Apaan?"
Linn: "Mas suka ga sama penampilanku ini?"
Zuck: "Yaa Allooh.. Cape deh.."
Linn: "Rambut digerai, pake jeans pensil, pake jaket gini? Mas suka?"
Zuck: "Suka sih, tapi aku lebih suka waktu liat rambut kamu basah abis mandi, badan cuma dililit handuk, belum pake daleman.."
Linn: "Ih.. Apaan sih?" *uwel-uwel baju*

============

*didatangin polisi*
Polisi: "Ayo kalian cepat ikut ke kantor.."
Linn: "Lhah... Ada apa ini Pak?"
Polisi: "Kalian harus bertanggung jawab!"
Zuck: "Salah kami apa?"
Polisi: "Pake nanya! Kamu tadi yg melindas
teman saya itu kan?" *nunjuk polisi tidur*
Zuck: "Halaahh!" *ngemut borgol*


Sumber : 
Artikel ini nemu dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=279505242183309&id=231351720331995&refid=17


Zuck Vs Linn

Zuck: "Lo jangan coba-coba gangguin gadis gue lagi cott!"
Rein: "Siapa?"
Zuck: "Ga usah pura-pura goblok gitu deh! Jelek tau gak?!"
Rein: "Gue emang ga ngerti.."
Zuck: "Linn, cewek yang lo bawa kemarin itu udah hak milik gue ngerti ga?!"
Rein: "Kalo enggak kenapa?"
Zuck: "Oh dasar koteka rombeng!! Berani macam-macam lo ya? Lo tuh masih anak baru di siniiii...!!"
Rein: "Kata siapa? Aku bukan anak baru loh, aku udah delapan taun pake dave!"
Zuck: "MATAMU!! BERANI LO SAMA GUE?! HAH?! AYO BERANTEM SAMPAI JELEK?!" Dzigh! *jotos tanpa permisi* *kemudian lari*

========

Zuck: "Aku ga rela kamu jalan sama cowok lain lagi.."
Linn: "Syukurlah kalo begitu. Soalnya Rein tadi ngajakin aku pake avanza barunya. Berarti ga jalan kaki.."
Zuck: "Aku boleh nangis ga?" *mata berkaca-kaca nako*
Linn: "Uwuwuu, hahaha cup cup tayank tayank..."
Zuck: "Kalo kamu pergi mendingan kita end, abistu aku mau jadi homo aja!"
Linn: "HAHA Lucunya kamu. Emm.. Kalo gitu ayo temenin aku ke kuburan.."
Zuck: "Kamu gila ya? Ngapain?!"
Linn: "Mau mengubur semua kenangan masa laluku, soalnya sudah ada kamu, masa depannya aku.."
Zuck: "Tsahh.. Ayok!" *gendong di depan*

=========

Zuck: "Kamu tuh harus bisa menghargai
perasaanku.."
Linn: "Mas nya minta dihargai berapa? Kebetulan aku baru gajian ini, ehehe..."
Zuck: "Aku serius Sayang, serius! Tolong hargai aku, jangan suka berbuat seenak udelmu gitu.."
Linn: "Ciecie kok tau sih kalo enak, Mas
diem-diem pernah jilatin udel aku yaa? Hayo ngaku?"
Zuck: "Cetaan! Bawahnya mauk..." *lempar ke alang-alang*

==========

Zuck: "Dasar! Kamu tuh sebenarnya cewek
cacad ya kan?!"
Linn: "Kok mendadak kasar gitu sih ngomongnya?"
Zuck: "Cacat!"
Linn: "Eh Mas! Diayak dulu kalo ngomong!"
Zuck: "Emang kamu cacat kan? Sayap
bidadarimu udah patah ga bisa dipakai
lagi?"
Linn: "Eaa..."
Zuck: "Tapi aku malah seneng sih, soalnya kamu jadi ga bisa terbang kembali ke khayangan, muehehe..."
Linn: *pingsan di kebun* *tutupin daun pisang*

===========

Linn: "Lhoh Mas, tatto tengkorak ikan di
lengan kamu kemarin mana?"
Zuck: "Hilang Beb.."
Linn: "Kok bisa? Pake apa ngilanginnya?"
Zuck: "Hilang sendiri, tengkorak ikannya pas
aku lagi tidur dicolong sama si pus."
Linn: "SETRESS!" *sumpelin pempers*

============

Linn: "Mas selamat ulang tahun yaa..."
Zuck: "Kamu kemana aja sih, jam segini baru ingat?!"
Linn: "Emm.. Sengaja kok Mas. Aku menunggu jadi yang terakhir ngucapin, soalnya aku ingin kamu juga menjadi yang terakhir untukku.."
Zuck: "Eeaa.."
Linn: "Semoga panjang umur ya? Panjang
tangan juga.."
Zuck: "Kok panjang tangan? Pencuri
dong?"
Linn: "Gapapa. Asal cuma dipake buat mencuri hatiku..."
Zuck: "Cruudd.." *muntah beha*
Linn: "Muntah mobil dong Mas?" *nadahin*

============

Linn: "Yaudah ayuk kita jalan, untuk hari ini gapapa aku yang traktir.."
Zuck: "Tapi aku mandi dulu bentar.."
Linn: "Ga usah deh Mas. Ga usah diapa-apain juga aku tetep sayang sama kamu kok Mas.."
Zuck: "Yaampuun... Gombal bandel kamu hari ini sih Beb? Kalo gitu aku manasin motor aja..."
*10 menit kemudian*
Zuck: "Doh, kayaknya kita gagal pergi, motornya ga mau hidup.."
Linn: "Kenapa?"
Zuck: "Tau nih kenapa..."
Linn: "Coba diperiksa spionnya Mas, mungkin
posisinya kuras pas.."
Zuck: "Beb?! Kamu kumat lagi?!" *banting bepekabe*

=============

Linn: "Kalo penampilanku gimana mas? Udah
cantik belum?"
Zuck: "Emm.. Cantik.."
Linn: "Cantik?"
Zuck: "Iya, cantik.."
Linn: "Cantik banget?"
Zuck: "Iya.."
Linn: "Cantik banget banget banget nget?!"
Zuck: "Iya, iya! Sempak anoa! Ih.."
Linn: "Mhehehe.." *nyengir mak lampir*

==========

Zuck: "Ayok berangkat Sayang, motornya udah jadi.."
Linn: "Yuk.. Emm tapi aku nanya dulu ya?"
Zuck: "Apaan?"
Linn: "Mas suka ga sama penampilanku ini?"
Zuck: "Yaa Allooh.. Cape deh.."
Linn: "Rambut digerai, pake jeans pensil, pake jaket gini? Mas suka?"
Zuck: "Suka sih, tapi aku lebih suka waktu liat rambut kamu basah abis mandi, badan cuma dililit handuk, belum pake daleman.."
Linn: "Ih.. Apaan sih?" *uwel-uwel baju*

============

*didatangin polisi*
Polisi: "Ayo kalian cepat ikut ke kantor.."
Linn: "Lhah... Ada apa ini Pak?"
Polisi: "Kalian harus bertanggung jawab!"
Zuck: "Salah kami apa?"
Polisi: "Pake nanya! Kamu tadi yg melindas
teman saya itu kan?" *nunjuk polisi tidur*
Zuck: "Halaahh!" *ngemut borgol*

Sumber

Artikel ini nemu dari facebook 

Zig Zag Zuki

 Penulis : Arizuna Zukirama

Jalan hidup gue emang cukup keras dan panjang, mungkin dulu pas brojol yang jadi dukun bayinya Mak Errot. Keras di sini maksudnya, waktu di Aceh rumah gue berada di zona perang. Trus waktu pertama kali pindah ke Pekanbaru, kondisi keuangan keluarga gue benar-benar krisis parah, bahkan gue sempat putus sekolah.

Dan panjang yang gue maksud adalah, gue lahir di Aceh, besar di Pekanbaru, udah gitu gue pernah mengembara naik elang nyari kesaktian ke Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, tanah Jawa, paling jauh ke pulau Borneo; Banjarmasin dan Tabalong. Semoga ga berhenti sampai di situ, ntar gue pengen nikah di Paris trus bulan madu di Bali.. :)

Sejoli Salah Fokus

Penulis : Arizuna Zukirama

Linn: "Mulai besok, aku akan sering keluar malam, sendirian!"
Zuck: "Ngapain? Mau belajar ga bener ya?"
Linn: "Selama ini aku kan orangnya phobia
kegelapan Mas! Penakut banget sama yang namanya malam. Iya kan mas?"
Zuck: "Iya sih. Tapi kan..
Linn: "Pokoknya aku harus latihan menghadapi malam, biar nanti aku ga takut lagi kalo 'malam' pertama sama kamu Mas.."
Zuck: "Ha! Muahaha.." *ngakak tingkat ijab kabul*

Tips Tawuran

Tips Tawuran. Penulis : Arizuna Zukirama

Dulu masa gue SMA, tawuran termasuk kegiatan ekstrakurikuler
yang paling gue gemari. Tapi gue dan komplotan gue punya peraturan tawuran yang jelas, ga main kroyok asal bacok kayak yang di berita itu.

Gini tipsnya:

  1. Sebelum tawuran digelar, sebaiknya kedua kubu bertemu dulu mengadakan rapat pembentukan panitia tawuran. Siapa ketuanya, siapa penanggung jawab, siapa seksi sosial, siapa seksi konsumsi, siapa itu seksi sekali? *liatin Mbak yg barusan lewat depan rumah*
  2. Kalo perlu cari sponsor yang bersedia mendukung event tawuran kalian.
  3. Tentukan lokasi tawuran. Jangan di jalanan! Ga asik banget tau pas lagi seru-serunya tawuran keganggu sama kendaraan yang lalu lalang. Saran gue di pantai atau pegunungan, selain sepi, kalo udah capek tawuran kita bisa break sejenak nikmatin pemandangan alam.
  4. Tentukan waktunya juga. Jangan sampai kegiatan tawuran lo bentrok sama jadwal maen facebook.
  5. Sepakati jumlah kekuatan masing-masing. Jangan sampai ga imbang, misalnya yg satu pihak 15 pasukan, sementara pihak satunya lagi 20.000 bala tentara.
  6. Begitu hari H! Sebelum genderang perang ditabuh, ketua OSIS dari masing2 pihak memberikan kata2 sambutan terlebih dahulu.
  7. Setelah itu, sebagai acara pembuka, tampilkan band2 atau kesenian dari sekolah masing2.
  8. Sebelum tawuran benar2 dimulai, berdo'alah menurut agama dan kepercayaan masing2
  9. Ada baiknya ngundang stasiun TV untuk menyiarkan secara LIVE acara tawuran. Selain nama sekolahan lo masuk TV, sekaligus bisa ngobatin kerinduan penonton pada sinetron laga spektakuler tutur menular versi WBA yg udah tamat, yo yo yo.
  10. Dilarang membawa senjata tajam ke dalam arena tawuran! No drugs no alcohol!
  11. Okesip. Selamat tawuran.

Sumber

 

Artikel ini nemu dari  Facebook

Kencan Siang Bolong.

Penulis : Arizuna Zukirama

Di suatu siang yang cukup apasih, Zuck udah parkir di halaman rumah Linn, duduk berdua di bawah pohon jambu air yang tengah berbunga, seperti hati mereka.

"Adinda Linn.." Zuck membuka pidato kenegaraan.

"Iya Kakanda Zuck.." sahut Linn agak menahan muntah.

"Kamu percaya ga...

"Owh percaya banget Mas. Percaya! Suer!"

"Belom nyet! Ya Allah. Mbencekno kamu ini lama-lama Beb..."

Linn kena toyor, pelan tapi, soalnya Zuck melakukannya dengan penuh perhitungan serta penuh kasih sayang.

#Duarr

Penulis : Arizuna Zukirama

Suatu sore beberapa minggu yang lalu, di teras rumah, sambil menikmati hujan yang deras, gue sama Linn ngegosipin nicky.
"Pantesnya diapain ya Mas orang kayak itu, dijual juga belum tentu laku, hehe."
"Huss ga boleh ngomong gitu, manusia yang boleh diperjualbelika
n itu cuma pemanin bola, Beb."
"Bete sih sama bacotnya suka ngatain Mas hantu gitu.
"Aku memang selalu menghantuimu kan Beb?"
"Ga lucu!"
"Hahaha.."

Harus Bagaimana ?!

Penulis :
Arizuna Zukirama

Katamu jadi cowok musti rajin kerja demi masa depan, tapi begitu aku giat berkerja sampai malam minggu lembur kamu malah ngambek 3 bulan?!

Katamu jadi cowok harus pinter ngasih kejutan, tapi waktu taun baru kemaren aku diam-diam ngeledakin mercon di kamarmu kenapa kamu maki-maki aku?!
Foto
Katamu cowok itu sekali-kali harus ngasih kembang pada pacarnya, tapi kenapa kemarin kamu malah ngajak berantem waktu aku beliin kamu kembang api?!

Nge "like" , di FB Harus Hati-hati

Penulis : Arizuna Zukirama

Status-Status Palsu.

Jangan sembarangan ngasih jempol, terkadang status facebook tidak sesuai dengan kenyataan. Ex:

Status: Nobar MU vs Tottenham di cafe. Gila rame banget!

Padahal: Numpang nonton rame-rame di rumah tetangga yang pake indovision.
TV sendiri dilacak.

* * * * *

Status: Capek nih gue abis shopping baju di mall.

Padahal:

Sekolah Salah Gaul !

Sekolah Salah Gaul.


Penulis : Arizuna Zukirama

Pelajaran IPA
Bu Guru: "Sebutkan binatang yang bisa hidup di dua alam?"
Jabon: "Katak! Di darat dan di air."
Bu Guru: "Bagus. Coba kamu Juki sebutkan contoh lainnya binatang yang hidup di dua alam?"
Zuck: "Babi ngepet Bu! Di alam nyata dan alam goib! Muahaha..."
Bu Guru: *keselek penggaris*

Jatuh ?


Jatuh yang rasanya justru nikmat dan menyenangkan itu kayaknya cuma satu aja: Jatuh Cinta! Ya ga sih mblo?! Ya dong!

Beda banget rasanya saat kita jatuh dari pohon, jatuh dari sepeda, jatuh dari monas, apalagi kalo TKP-nya di keramaian! Hadeh... Sakitnya mungkin tak seberapa, tapi malunya, melebihi beberapa!

Nah, gue akan mencoba memberikan tips-tips sederhana bagaimana menghilangkan kemaluan saat jatuh di keramaian. Simak!

1. Jatuh Dari Sepeda.
Cepet-cepet bangun, lalu kamu naikin sepada kamu lagi. Jalankan kira-kira dua meter, abis itu kamu sengajain jatuh lagi! Bangun lagi, naik lagi dan jatuhin diri lagi. Gitu terus diulang-ulang sampai capek. Dengan demikian orang-orang pasti menyangka kamu emang sedang bikin lelucon.
Foto Ini nemu dari

Crazy Moment

Crazy Moment.

Pacar gue bernama Sumini, tapi dia maksa banget dipanggil Cinta. Secara sepihak ia mengklaim bahwa Cinta AADC itu mirip dirinya, bukan dia yang mirip Cinta AADC. Padahal dengan dandanan Sumini yang super menor, serta bodynya yang semok sadis, dia lebih mirip Anisa Bahar ketimbang Dian Sastro. Bahkan pas lagi parah tomboynya, dia lebih menyerupai Dian Sidik!

Awalnya gue eneg manggil dia Cinta, pengen muntah trisula, berhubung dia ngasih gue royalti pulsa 20 rb per bulan, demi gue mau manggil dia 'Cinta', yaudah gue terima kerja sama ini. Matre TV!

Jengkelnya gue, setahun ini Cinta ngefans habis-habisan sama artis Rio Dewanto. Tiap ketemu bahan omongannya cuma tentang Rio. Foto-foto Rio bertengger ganteng dari kamar tidur, kamar mandi sampai plafon. Sementara foto gue, cuma jadi alas baju dan behanya di lemari, betapa ngenesnya gue. Kalo lagi lebaran kurban, foto gue yang ukuran jumbo dimanfaatkan oleh keluarga Cinta, untuk kipas-kipas bakar daging kurban.

Jujur gue juga punya artis idola, tapi ga sampai sebegitu sarapnya juga. Dan dibanding idola gue, si Rio itu tenarnya cuma seujung upil koala! Idola gue filmnya jauh lebih banyak!

Aslinya gue stress. Pengen protes, tapi aneh masa mencumburui artis? Ntar dikira gue cuma karena kalah ganteng aja. Padahal bukan cuma kalah ganteng. Kalah judi juga sering!

Dan setelah diselidiki agen FBI suruhan gue, terkuaklah penyebab semua ini, ternyata Cinta begitu menggilai Rio cuma gegara tatto-tattonya!
Setdah!

Gue segera bikin tatto pake pulpen. Lengan kiri gue bikin tatto tulisan I Love Mom. Lengan kanan tulisan C&R. Keren! Gue pamerin ke Cinta.

"Lihat nih Cint, tatto gue keren keparat kan? C&R? Ga kalah sama punya Rio.."
"Keren dari hongkong!"
"Dari Pekanbaru dan sekitarnya Cint, bukan hongkong?!"
"C&R? Cek & Ricek, keren apanya? Nyontek acara tipi aja..."
"Ini artinya Cinta & Rama. Nama kita Cint. Udah jujur aja kalo ini keren, bohong dosa lho...

Huek! Cinta muntah paku payung.
"Masih kerenan yang bawahnya itu!"
"Ini bukan tato Cint, ini bekas kuraaap!!!"
"Lagian elo, tatto kok 'I Love U, Mom! Ga laki banget!"

Gue terpukul! Pulang. Di rumah bikin tato gambar tengkorak. Diberi silang tulang manusia. Tapi orang-orang yang liat tato gue kabur, gue dikira beracun. Gue hapus lagi, gue ganti gambar tengkorak ikan. Gue capek. Ketiduran. Begitu bangun, tato tengkorak ikan gue ga ada?! Ha! Ga taunya dimakan kucing! Gila! Ada yang blunder nih? Gue butuh psikater! Gue ke psikater. Psikaternya udah mati. Gue pulang. Begitu sampai rumah, psikaternya hidup lagi.

Gila! Gue bisa gila! Gue nelan pil tidur, 5 butir sekaligus, ternyata yang gue minum pil kabe. Tapi biarin, pil apapun, kalo dosisnya kelewatan, tetap aja bikin teler. Gue tepar!

Di dalam tepar, gue mimpi ketemu Miyabi! Gue tolak! Gue ga mau mimpi basah. Gue pengen mimpi indah. Lalu Syahrini mampir di mimpi gue. Tapi cuma sebentar, soalnya dia buru-buru mau Show ke Argentina. Si Rio Mana nih? Gue pengen uji coba duel sama dia di mimpi! Kalo menang, gue akan tantang dia di dunia nyata.

Waah surprise! Tiba-tiba dari balik pohon alang-alang, nongol artis idola gue, sambil joget-joget India mendekati gue: "Hai Zuki Rama...

Ga nyangka, bahkan dia tau nama gue?! Ini mimpi atau bukan sih? Gue cubit pipinya.
"Aouw... Sakit!" katanya.

Dia kesakitan! Berarti ini bukan mimpi!

"Kamu jahat banget sih cubit-cubit pipi aku?" katanya sambil meluk gue, gue balas pelukannya. Dia meraba-raba tubuh gue. Gue seneng. Apa banget. Ah biarin, namanya juga mimpi. Dan bibirnya mulai nakal mendekati bibir gue, gue terdiam menanti, berdebar sekaligus ga sabar! Dan...

Cuih.. Cuih! Gue spontan terbangun! Ngeludah-ludah frontal. Gue usap-usap bibir pake keset. Yang bener aja masa gue mimpi ciuman sama artis idola gue sih?! Artis idola gue kan Tora Sudiro! 


 

Artikel ini nemu dari Status Facebook
Penulis : Arizuna Zukirama