Search This Blog

Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Pasca Peristiwa 9/11, Muslim Justru Berkembang Pesat di Amerika


Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2007), dari sebuah observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk agama-agama dunia menarik untuk dicermati. Dari data observasi itu, terdapat angka-angka yang menunjukkan perbandingan pertumbuhan penganut Islam dan Kristen di dunia. Lembaga itu mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi.
Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen. Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun. 17 tahun lagi dari sekarang, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia, menggeser Kristen menjadi kedua.
World Almanac and Book of Fact, #1 New York Times Bestseller, mencatat jumlah total umat Islam sedunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).
*
*
Fenomena di Amerika sendiri sangat menarik. Sangat tidak masuk di akal pemerintah George Bush dan tokoh-tokoh Amerika, masyarakat Amerika berbondong-bondong masuk Islam justru setelah peristiwa pemboman World Trade Center pada 11 September 2001 yang dikenal dengan 9/11 yang sangat memburukkan citra Islam itu. Pasca 9/11 adalah era pertumbuhan Islam paling cepat yang tidak pernah ada presedennya dalam sejarah Amerika. 8 juta orang Muslim yang kini ada di Amerika dan 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah pemboman itu. Pernyataan syahadat masuk Islam terus terjadi di kota-kota Amerika seperti New York, Wahington, Los Angeles, California, Chicago, Dallas, Texas dan yang lainnya.
Atas fakta inilah, ditambah gelombang masuk Islam di luar Amerika, seperti di Eropa dan beberapa negara lain, beberapa tokoh Amerika menyatakan kesimpulannya. The Population Reference Bureau USA Today sendiri menyimpulkan: “Moslems are the world fastest growing group.” Hillary Rodham Cinton, istri mantan Presiden Clinton seperti dikutip oleh Los Angeles Times mengatakan, “Islam is the fastest growing religion in America.” Kemudian, Geraldine Baum mengungkapkan: “Islam is the fastest growing religion in the country” (Newsday Religion Writer, Newsday). “Islam is the fastest growing religion in the United States,” kata Ari L. Goldman seperti dikutip New York Times.
Atas daya magnit Islam inilah, pada 19 April 2007, digelar sebuah konferensi di Middlebury College, Middlebury Vt. untuk mengantisipasi masa depan Islam di Amerika dengan tajuk “Is Islam a Trully American religion?” (Apakah Islam adalah Agama Amerika yang sebenarnya?) menampilkan Prof. Jane Smith yang banyak menulis buku-buku tentang Islam di Amerika. Konferensi itu sendiri merupakan seri kuliah tentang Immigrant and Religion in America. Dari konferensi itu, jelas tergambar bagaimana keterbukaan masyarakat Amerika menerima sebuah gelombang baru yang tak terelakkan yaitu Islam yang akan menjadi identitas dominan di negara super power itu.
Anomali 9/11
Peristiwa 9/11 menyimpan misteri yang tidak terduga. Pemboman itu dikutuk dunia, terlebih Amerika, sebagai biadab dan barbar buah tangan para “teroris Islam.” Setelah peristiwa itu, kaum Muslimin di Amerika terutama imigran asal Timur Tengah merasakan getahnya mengalami kondisi psiokologis yang sangat berat: dicurigai, diteror, diserang, dilecehkan dan diasosiasikan dengan teroris. Hal yang sama dialami oleh kaum Muslim di Inggris, Perancis, Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.
Pemerintah George Walker Bush segera mengetatkan aturan imigrasi dan mengawasi kaum imigran Muslim secara berlebihan. Siaran televisi Fox News Channel, dalam acara mingguan “In Focus” menggelar diskusi dengan mengundang enam orang nara sumber, bertemakan ”Stop All Muslim Immigration to Protect America and Economy.” Acara ini menggambarkan kekhawatiran Amerika tidak hanya dalam masalah terorisme tetapi juga ekonomi dimana pengaruh para pengusaha Arab dan Timur Tengah mulai dominan dan mengendalikan ekonomi Amerika.
________________________________
Sangat banyak masyarakat Amerika tak percaya peristiwa 9/11 dilakukan oleh orang-orang Muslim. Fakta-fakta ilmiah telah mementahkan bahwa keruntuhan gedung kembar itu benar-benar oleh pesawat, melainkan oleh rencana peruntuhan gedung oleh bom yang sangat rapih oleh Yahudi Amerika. Yang sangat ironis dan mudah terbaca, gedung kembar tinggi itu ditabrak pesawat di atas, tapi runtuhnya ambruk rapih ke bawah (bukan terguling) yang menunjukkan bom sudah dipasangi dengan rapih di tiap lantai. Selain itu, kerangka baja gedung WTC yang sangat tinggi dan kokoh tidak akan membuatnya runtuh ditabrak pesawat, kecuali pesawat yang ukurannya minimal 5 kali lipat gedung itu.
_____________________________
Tapi, rupanya Islam berkembang dengan caranya sendiri. Islam mematahkan “logika akal sehat” manusia modern. Bagaimana mungkin sekelompok orang nekat berbuat biadab membunuh banyak orang tidak berdosa dengan mengatasnamakan agama, tetapi tidak lama setelah peristiwa itu, justru ribuan orang berbondong-bondong menyatakan diri masuk agama tersebut dan menemukan kedamaian didalamnya? 9/11 telah berfungsi menjadi ikon yang memproduksi arus sejarah yang tidak logis dan mengherankan. Selain 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa itu, ribuan yang lain dari negara-negara non Amerika (Eropa, Cina, Korea, Jepang dst) juga mengambil keputusan yang sama masuk Islam. Bagaimana arus ini bisa dijelaskan? Sejauh saya ketahui, jawabannya “tidak ada” dalam teori-teori gerakan sosial karena fenomena ini sebuah anomali. Maka, gejala ini hanya bisa dijelaskan oleh “teori tangan Tuhan.”
Tangan Tuhan dalam bentuk blessing in disguise (hikmah tak terduga) adalah nyata dibalik peristiwa 9/11 dan ini diakui oleh masyarakat Islam Amerika. Karena peristiwa 9/11 yang sangat mengerikan itu dituduhkan kepada Islam, berbagai lapisan masyarakat Amerika justru kemudian terundang kuriositasnya untuk mengetahui Islam lebih jauh. Sebagian karena murni semata-mata ingin mengetahui saja, sebagian lagi mempelajari dengan sebuah pertanyaan dibenaknya: “bagaimana mungkin dalam zaman modern dan beradab ini agama mengajarkan teror, kekerasan dan suicide bombing dengan ratusan korban tidak berdosa?” Tapi keduanya berbasis pada hal yang sama: ignorance of Islam (ketidaktahuan sama sekali tentang Islam). Sebelumnya, sumber pengetahuan masyarakat Barat (Amerika dan Eropa) tentang Islam hanya satu yaitu media yang menggambarkan Islam tidak lain kecuali stereotip-stereotip buruk seperti teroris, uncivilized, kejam terhadap perempuan dan sejenisnya.
Seperti disaksikan Eric, seorang Muslim pemain cricket warga Texas, setelah peristiwa 9/11, masyarakat Amerika menjadi ingin tahu Islam, mereka kemudian ramai-ramai membeli dan membaca Al-Qur’an setiap hari, membaca biografi Muhammad dan buku-buku Islam untuk mengetahui isinya. Hasilnya, dari membaca sumbernya langsung, mereka menjadi tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Ketimbang bertambahnya kebencian, yang terjadi malah sebaliknya. Menemukan keagungan serta keindahan ajaran agama yang satu ini. Keagungan ajaran Islam ini bertemu pada saatnya yang tepat dengan kegersangan, kegelisahan dan kekeringan spritual masyarakat Amerika yang sekuler selama ini. Karena itu, Islam justru menjadi jawaban bagi proses pencarian spiritual mereka selama ini. Islam menjadi melting point atas kebekuan spiritual yang selama ini dialami masyarakat Amerika. Inilah pemicu terjadinya Islamisasi Amerika yang mengherankan para pengamat sosial dan politik. Inilah tangan Tuhan dibalik peristiwa /9/11.
Motivasi Menjadi Muslim
Dari banyak wawancara yang dilakukan televisi Amerika, Eropa maupun Timur Tengah terhadap mereka yang masuk Islam atau video-video blog yang banyak menjelaskan motivasi para new converters ini masuk Islam, menggambarkan konfigurasi latar belakang yang beragam.
Pertama, karena kehidupan mereka yang sebelumnya sekuler, tidak terarah, tidak punya tujuan, hidup hanya money, music and fun. Pola hidup itu menciptakan kegersangan dan kegelisahan jiwa. Mereka merasakan kekacauan hidup, tidak seperti pada orang-orang Muslim yang mereka kenal. Dalam hingar bingar dunia modern dan fasilitas materi yang melimpah banyak dari mereka yang merasakan kehampaan dan ketidakbahagiaan. Ketika menemukan Islam dari membaca Al-Qur’an, dari buku atau kehidupan teman Muslimnya yang sehari-harinya taat beragama, dengan mudah saja mereka masuk Islam.
Kedua, merasakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakannya dalam agama sebelumnya yaitu Kristen. Dalam Islam mereka merasakan hubungan dengan Tuhan itu langsung dan dekat. Beberapa orang Kristen taat bahkan mereka sebagai church priest mengaku seperti itu ketika diwawancarai televisi. Allison dari North Caroline dan Barbara Cartabuka, seorang diantara 6,5 juta orang Amerika yang masuk Islam pasca 9/11, seperti diberitakan oleh Veronica De La Cruz dalam CNN Headline News, Allison mengaku “Islam is much more about peace.” Sedangkan Barbara tidak pernah merasakan kedamaian selama menganut Katolik Roma seperti kini dirasakannya setelah menjadi Muslim.
Demikian juga yang dirasakan oleh Mr. Idris Taufik, mantan pendeta Katolik di London, ketika diwawancara televisi Al-Jazira. Mantan pendeta ini melihat dan merasakan ketenangan batin dalam Islam yang tidak pernah dirasakan sebelumnya ketika ia menjadi mendeta di London. Ia masuk Islam setelah melancong ke Mesir. Ia kaget melihat orang-orang Islam tidak seperti yang diberitakan di televisi-televisi Barat. Ia mengaku, sebelumnya hanya mengetahui Islam dari media. Ia sering meneteskan air mata ketika menyaksikan kaum Muslim shalat dan kini ia merasakan kebahagiaan setelah menjadi Muslim di London.
*
*
Ketiga, menemukan kebenaran yang dicarinya. Beberapa konverter mengakui konsep-konsep ajaran Islam lebih rasional atau lebih masuk akal seperti tentang keesaan Tuhan, kemurnian kitab suci, kebangkitan (resurrection) dan penghapusan dosa (salvation) ketimbang dalam Kristen. Banyak dari masyarakat Amerika memandang Kristen sebagai agama yang konservatif dalam doktrin-doktrinnya. Eric seorang pemain Cricket di Texas, kota kelahiran George Bush, berkesimpulan seperti itu dan memilih Islam. Sebagai pemain cricket Muslim, ia sering shalat di pinggir lapang. Di Kristen, katanya, sembahyang harus selalu ke Gereja.
Seorang konverter lain memberikan kesaksiannya yang bangga menjadi Muslim. Ia menjelaskan telah berpuluh tahun menganut Katolik Roma dan Kristen Evangelik. Dia mengaku menemukan kelemahan-kelemahan doktrin Kristen setelah menyaksikan debat terbuka tentang “Is Jesus God?” (Apakah Yesus itu Tuhan?) antara Ahmad Deedat, seorang tokoh Islam dari Afrika Selatan dan seorang doktor teologi Kristen. Argumen-argumen Dedaat dalam diskusi menurutnya jauh lebih jelas, kuat dan memuaskan ketimbang teolog Kristen itu. Deedat, menurutnya, menumbangkan “every single point of argument” lawan debatnya. Menariknya, misi awalnya ia menonton debat agama itu justru untuk mengetahui Islam karena ia bertekad akan menyebarkan injil ke masyarakat-masyarakat Muslim. Yang terjadi sebaliknya, ia malah menemukan keunggulan doktrin Islam dalam berbagai aspeknya dibandingkan Kristen. Angela Collin, seorang artis California yang terkenal karena filmnya Leguna Beach dan kini menjadi Director of Islamic School, ketika diwawancarai oleh televisi NBC News megapa ia masuk Islam, ia mengungkapkan: “I was seeking the truth and I’ve found it in Islam. Now I have this belief and I love this belief,” katanya bangga.
*
*
Keempat, banyak kaum perempuan Amerika Muslim berkesimpulan ternyata Islam sangat melindungi dan menghargai perempuan. Dengan kata lain, perempuan dalam Islam dimuliakan dan posisinya sangat dihormati. Walaupun mereka tidak setuju dengan poligami, mereka melihat posisi perempuan sangat dihormati dalam Islam daripada dalam peradaban Barat modern. Seorang convert perempuan Amerika bernama Tania, merasa hidupnya kacau dan tidak terarah jutsru dalam kebebasannya di Amerika. Ia bisa melakukan apa saja yang dia mau untuk kesenangan seperti seks, drug, free-party dan having fun lainnya, tapi ia rasakan malah merugikan dan merendahkan perempuan. Setelah mempelajari Islam, awalnya merasa minder. Setelah tahu bagaimana Islam memperlakukan perempuan, ia malah berkata “women in Islam is so honored. This is a nice religion not for people like me!”  (perempuan dalam Islam begitu dihargai. Ini adalah agama yang indah dan mulia bukan untuk orang seperti saya!) katanya. Dia masuk Islam setelah mempelajarinya beberapa bulan dari teman Muslimnya.
Perkembangan Islam di dunia Barat sesungguhnya lebih prospektif karena mereka terbiasa berfikir terbuka. Dalam keluarga Amerika, pemilihan agama dilakukan secara bebas dan independen. Banyak orang tua mendukung anaknya menjadi Muslim selama itu adalah pilihan bebasnya dan independen. Mereka mudah saja masuk Islam ketika menemukan kebenaran disitu. Angela Collin menjadi Muslim dengan dukungan kedua orang tua. Ketika diwawancarai televisi NBC, orang tuanya justru merasa bangga karena Angela adalah seorang “independent person.” Nancy seorang remaja 15 tahun, masuk Islam setelah bergaul dekat temannya keluarga Pakistan dan keluarganya tidak mempermasalahkan walaupun telah lama hidup dalam tradisi Kristen.
Dampak Hubungan Islam – Barat
Perkembangan ini tentu akan berpengaruh signifikan terhadap hubungan Islam-Barat (Kristen) yang sudah mengalami ketegangan historis berabad-abad. Dengan pesatnya perkembangan umat Muslim di Amerika, Eropa dan negara-negara maju lainnya, akan berpengaruh signifikan terhadap beberapa hal. Pertama, masyarakat Barat akan lebih dekat dan lebih kenal dengan Islam melalui umat Islam yang ada di Barat sendiri. Mereka akan menjembatani kesalahafahaman yang selalu terjadi terhadap Islam dan kaum Muslimin. Ketidaksukaan masyarakat Barat terhadap Islam lebih karena the ignorance of Islam dan ini akan semakin berkurang. Umat Islam di Barat akan menjadi komunikator yang efektif dan duta-duta yang handal untuk menjelaskan dan memperlihatkan wajah Islam yang sesungguhnya di sana.
Melalui mereka, nasib umat Islam diluar Barat akan disuarakan dan penderitaan demi penderitaan negara-negara Muslim akibat dominasi Barat yang kebijakannya sering yang tidak adil akan berkurang. Kedua, akibat dari ajaran Islam yang semakin tersosialisasi di Barat dan suara politik kaum Muslimin semakin kuat, jembatan untuk terciptanya saling pemahaman dan pengertian akan semakin kondusif dan menguat. Islam dan Barat mudah-mudahan akan masuk ke dalam sebuah equilibrium sejarah baru yang lebih adil, lebih fair dan lebih demokratis: “Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu akan melihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong!”. Wallahu a’lam!!
Penulis, Dosen UIN SGD Bandung, alumni Southeast Asian Studies, The Australian National University, Canberra.


Sumber 

Arikel ini nemu dari moeflich.wordpress.com/2008/03/18/islam-di-amerika-keajaiban-bernama-911/#comment-23962

Kenapa Google Doodle Tak Ucapkan Selamat Natal?

Dua hari ini, Google Doodle memberikan tema yang berbeda sebagai ikon mesin pencari. Selasa, 25 Desember, ikon yang muncul adalah boneka penjaga kerajaan di atas jembatan kayu. Boneka berpakaian merah itu berjalan di antara tumpukan kado yang menyematkan ejaan huruf Google.

Ternyata jika ditelisik, perjalanan si boneka penjaga bertopi merah itu adalah lanjutan Google Doodle pada Senin, 24 Desember 2012. Pada hari Senin, si boneka berjalan di depan, memimpin aneka hadiah natal untuk menuju lembah Google.
Doodle 24 desember 2012

Doodle 25 Desember 2012
Lembah Google adalah tempat kado-kado beraneka warna dengan tulisan ejaan G-O-O-G-L-E. Si boneka yang kemarin mengajak bebek kayu, kelinci penabuh drum, anjing badut, robot dan jerapah pemegang simbal, hari ini hanya muncul sendiri bersama bebek kayu.
Tampaknya para sohib si penjaga sudah sampai ke tangan penerima hadiah. Semua doodle tersebut ternyata menuliskan "Happy Holiday" bukan "Merry Christmas". Khususnya jika membuka versi google.com atau google.com.au. 

Pertanyaan itu menimbulkan banyak keluhan ke Google, kenapa tidak mengucapkan Selamat Natal. Forum google pun ramai membicarakan soal ucapan selamat itu. Bisa ditilik di alamat ini, ada perdebatan kenapa tak ada ucapan selamat natal.

Hingga akhirnya seorang dari Google, bernama Jessica Schwartz menuliskan komentarnya : "Terimakasih atas masukkannya, Google Doodle dibuat agar orang tersenyum dan Aku sedih jika tercapan ucapan tersebut menganggu orang-orang di thread ini, bahkan mereka menganggap Google sudah menghancurkan semangat natal, kami sangat bahagia meneruskan masukan ini ke pembuat Doodle," tulis dia.

Tapi ternyata tidak semua, Google Doodle tak ucapkan selamat natal. Google Norwegia dengan alamat google.no memberikan ucapan yang bertuliskan bahasa lokal "God Jul fra Google" yang artinya Selamat Natal dari Google. Begitu juga google Indonesia di google.co.id yang ikut ucapkan "Selamat Natal dari Google"


Mengucapkan Selamat Natal Itu Halal, Kata Menteri Agama

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan memberi ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani halal.

Hal tersebut disampaikan Suryadharma dalam konferensi pers usai peluncuran laman berita Islam dan Konferensi Internasional tentang Fatwa di Jakarta, Senin.

"Perlu diketahui bahwa pemerintah mendorong terciptanya kerukunan antarumatberagama, jadi tidak ada masalah dengan memberi ucapan selamat Natal. Ya, itu halal," kata dia.

Pernyataan tersebut dikemukakan menteri agama menanggapi adanya pendapat sebagian ulama bahwa mengucapkan selamat Natal haram hukumnya.

"Ulama memiliki interpretasi masing-masing dengan sumber hukum berlandaskan, diantaranya Alquran, Sunah dan ijma (kesepakatan para ulama). Oleh karena itu, perlu juga dilihat pernyataan itu sebagai fatwa lembaga atau pribadi," kata dia.

Selain itu, Suryadharma juga menegaskan pandangan pemerintah harus dijadikan rujukan dalam menyikapi pro-kontra tersebut.

"Pemerintah tidak pernah mempersoalkan mengenai hal ini, bahkan presiden, wakil presiden dan menteri agama merayakan Natal, dan semua hari raya agama-agama di Indonesia, sebagai wujud toleransi yang kita bangun," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Menag Suryadharma Ali juga menghimbau peran media dalam menyebarluaskan pesan damai, toleransi dan persatuan.


 www.antaranews.com

Ucapan selamat Natal ada di atas langit mesjid Australia

Aasosiasi Muslim Lebanon mengatakan telah mengatur penulisan ucapan selamat Hari Natal di langit di atas mesjid Lakemba, setelah tersiar laporan bahwa mesjid itu melarang jemaah menyampaikan ucapkan selamat Natal.
Akhir pekan kemarin muncul pesan dalam akun mesjid terbesar Australia di Lakemba, Sydney, yang menyebutkan orang Islam dilarang mengikuti tradisi Natal dan mengucapkan selamat hari Natal.
 
Beberapa kelompok Islam di Australia telah menunjukkan sikap tidak mendukung komentar anti-Natal dalam akun facebook mesjid Lakemba itu.
 
Komentar tersebut menyiratkan bahwa itu adalah fatwa, dan mengimbau kaum Muslim agar tidak ikut-serta dalam segala sesuatu yang menyangkut Natal dan melarang mereka mengucapkan selamat hari Natal.
 
Jurubicara Asosiasi Persahabatan Islam, Keysar Trad, mengatakan, komentar itu tidak benar dan memecah belah, dan bersyukur bahwa telah dihapuskan dari laman facebook Mesjid Lakemba.
 
Ahmet Keskin dari Yayasan Kesamaan Antarbudaya mengatakan, setiap kesempatan untuk menyampaikan selamat adalah baik untuk membina hubungan dan meningkatkan saling pengertian.
 
Asosiasi Muslim Lebanon yang menyelenggarakan mesjid itu mengatakan, komentar yang dikatakan didasarkan pada khotbah Jumat lalu itu diambil di luar konteks.
 
Samier Dandan dari Asosiasi Muslim Lebanon mengatakan, pernyataan tadi di-copy-paste seorang pegawai muda Asosiasi itu dari internet, dan bukan sesuatu yang direstui pihak mesjid.
 
Dikatakan, khotbah Jumatnya hanya mengimbau agar umat Islam tidak ikut melakukan kebiasaan Natal seperti memasang pohon Natal di rumah dan sebagainya.
 
Jurubicara Asosiasi Muslim Lebanon itu mengatakan, mereka tidak punya perasaan anti-Kristen.
 
Untuk membuktikannya, mereka mengatur penulisan ucapan Merry Xmas dengan pesawat di langit di atas mesjid Lakemba.
 
 

Fatwa Haram Ucapkan Natal yang Picu Perdebatan

Akun Facebook Lakemba Mousque menyiarkan fatwa soal larangan mengucapkan selamat natal bagi umat muslim. Fatwa ini disebarkan setelah imam Masjid itu, Sheikh Yahya Safi menyatakan umat Muslim tidak boleh terlibat dalam segala hal yang berbau Natal. Pernyataan Yahya disampaikan dalam khotbah Jumat (21/12) lalu.

Kutipan khotbah inilah yang kemudian memancing berdebatan di dunia Maya setelah akun Facebook Masjib Lakemba meyebarkan pernyataan sang imam.    

Setelah fatwa haran mengucap natal tersebar via Facebook, reaksi besar terjadi. Banyak yang mencerca fatwa itu. Namun, banyak pula yang mendukungnya merujuk kepercayaan dalam Islam.

Setelah muncul perdebatan selama sehari, akun Masjid Lakemba pun menghapus postingnya soal fatwa haram ucapan Natal itu. "Posting soal "dosa" mengucapkan Natal telah dihapus pada hari Ahad (23/12)," tulis Courier Mail.

Sumber :
Republika Online
Artikel ini nemu dari Republika.co.id/berita/internasional/global/12/12/24/mfigkr-inilah-fatwa-haram-ucapkan-natal-yang-picu-perdebatan

Warga Kuwait Abaikan Larangan Ucapkan Selamat Natal, Indonesia?

Warga Kuwait Abaikan Larangan Ucapkan Selamat Natal, Indonesia? 
Tidak hanya di Indonesia, larangan mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani juga  sempat ada di Kuwait. Demikian laporan surat kabar Al-Jarida seperti dikutip Al Arabiya, Ahad (23/12).

Namun, sejumlah masyarakat sipil beraliran liberal di Kuwait mengabaikan larangan tersebut. Larangan yang dikeluarkan beberapa organisasi tersebut diacuhkan warga Kuwait karena dianggap menghina umat Nasrani.

"Karena tindakan tersebut merupakan suatu penghinaan terhadap agama Kristen dan kaum Nasrani. Kami sangat tidak setuju dan menolak publikasi (larangan) tersebut," demikian pernyataan yang ditandatangani oleh sembilan kelompok liberal di Kuwait.

Menurut mereka, larangan mengucapkan selamat Natal tersebut merupakan termasuk tindakan kebencian kriminalitas di bawah hukum internasional.

Organisasi mana yang mengeluarkan larangan tersebut? Hingga kini tidak diketahui jelas siapa yang memunculkannya. Namun, diyakini mereka adalah sejumlah grup agamais radikal dan grup yang mengeluarkan fatwa tertentu. Yang pasti bukan dari grup Islam besar yang mengeluarkan larangan tersebut.

Karena di Kuwait tidak ada pembatasan dari pemerintah terhadap perayaan keagamaan atau selebrasi sosial Hari Raya Natal atau Tahun Baru di negara Muslim konservatif itu.

Di Kuwait terdapat sejumlah gereja yang semuanya bebas merayakan Natal, terutama di kompleks gereja utama di jantung ibukota Kuwait.

Ada sekitar 200 orang umat Nasrani di Kuwait. Mereka terutama berasal dari Irak atau Palestina. Adapaun total populasi pemeluk agama Kristen yang merupakan pendukuk asli Kuwait sekitar 1,2 juta orang.

Secara keseluruhan tercatat sebanyak 642 ribu orang Kristen asing menetap di Kuwait, atau setara 17 persen dari penduduk Kuwait yang berjumlah 3,8 juta jiwa. Ke-640 ribu orang umat nonMuslim tersebut sebagian besar datang dari India, Filipina, Mesir, Lebanon dan negara barat.
Itulah yang terjadi di Kuwait. Bagaimana dengan Indonesia?
Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, bagi seorang umat Islam menyampaikan ucapan selamat kepada kalangan umat Nasrani yang merayakan Natal tak menjadi persoalan dan itu merupakan hal biasa.

Pernyataan Menag itu menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang disampaikan KH Ma'ruf Amin bahwa menyampaikan ucapan selamat Natal kepada umat Nasrani yang sedang merayakan hari Natal disebut sebagai perbuatan haram.
Pendapat berbeda antara MUI dan Kemenag itu, menurut dia, bisa saja terjadi. Hal itu dilatarbelakangi oleh referensi hukum yang berbeda-beda. Sumber hukum Islam adalah Al Qur'an, Sunnah, dan pendapat para ulama.

Pihaknya harus menghormati adanya perbedaan tersebut. Tetapi bagi Suryadharma Ali menyampaikan ucapan seperti itu tidaknya menjadi persoalan. '' Terlebih Indonesia yang pluralistik, perlu membangun semangat toleransi. Ini kan bukan ritual," kata Suryadharma Ali.




13 Fakta Unik Haji

Menunaikan ibadah Haji merupakan impian setiap umat karena Haji merupakan salah satu rukun Islam, namun ternyata Haji menyimpan banyak fakta menarik. Apa saja itu ? 

1. Thawaf (berputar mengelilingi Kabah)
Telah dilakukan umat sejak nabi-nabi sebelum Nabi Ibrahim. Thawaf meniru malaikat-malaikat yang mengelilingi Kabah nurani di surga. Thawaf sebagai ritual Haji ditafsirkan sebagai simbol penyatuan dengan gerak alami, seperti alam semesta yang bergerak dengan cara berputar.

2. SaI (berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah)
Dilakukan untuk mengenang istri Nabi Ibrahim, Hajar, sewaktu berjuang mencari air untuk bayi mereka yang kehausan, Ismail. Maknanya, sesungguhnya Allah menghargai setiap usaha manusia walau manusia merasa gagal. Hasil yang Dia berikan bisa datang dari arah yang tak terduga karena tidak ada usaha yang sia-sia di mata Allah.

3. Wukuf (berdiam diri di padang Arafah)
Untuk mengenang bertemunya kembali Nabi Adam dengan Siti Hawa setelah berpisah cukup lama di bumi. Adam dan Hawa diperintah Allah keluar dari Surga ke dunia karena melanggar perintahNya untuk tidak menyentuh buah khuldi.

4. Lempar Jumroh

Lempar jumrah atau lontar jumrah adalah sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari ibadah haji tahunan ke kota suci Mekkah, Arab Saudi. Para jemaah haji melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang (jumrah; bahasa Arab: jamarah, jamak: jamaraat) di kota Mina yang terletak dekat Mekkah.

5. Mengambil Batu di Muzdalifah
Para jemaah haji harus mengambil batu kerikil untuk melempar jumrah. Mereka mengambil di daerah yang bernaman Muzdalifah, uniknya batu kerikil di daerah ini tidak pernah habis.

6. Jumlah jamaah Haji

Total dari seluruh dunia setiap tahun selalu meningkat, tahun 2011 sebesar 2,5 juta jamaah dari seluruh dunia. 1,8 juta berasal dari luar Arab dan 800ribu berasal dari Arab.

7. Personel keamanan khusus
Arab Saudi menyiapkan personel keamanan khusus untuk ibadah Haji sebanyak 63 ribu pasukan, 22 ribu diantaranya berasal dari sipil, dan 6000 kendaraan. Ada sekitar 20 ribu petugas kesehatan untuk membantu jamaah Haji.

8. Luas Masjidil Haram
Luas Masjidil Haram saat ini 365 ribu meter persegi. Direncanakan tahun 2020 diperluas menjadi 587.250 meter persegi. Jika di hari-hari biasa (selain musim haji) dapat menampung 900 ribu jamaah, maka di musim Haji dapat menampung hingga 2 juta-an jamaah. Saat ini sedang ditingkatkan kapasitasnya untuk dapat menampung hingga 4 juta jamaah.


9. Air zamzam
Jumlah air zamzam yang dibagikan untuk jamaah Haji mencapai jutaan liter. Air zamzam ini sudah ada sejak jaman Nabi Ibrahim. Hingga kini menjadi sumber air bersih utama di Mekkah dan belum pernah mengalami kekeringan.

10. Ka'bah

Dibangun pertama kali oleh Nabi Adam. Nabi Ibrahim menemukan kembali atas petunjuk Allah dan membangunnya ulang dibantu Nabi Ismail. Kini Ka'bah terbuat dari marmer dan granit. Pintunya terbuat dari 280 kg emas murni. Kelambu hitam yang menutupi (kiswah) terbuat dari sutra terbaik dan kaligrafinya disulam dari benang emas dan perak seberat 150 kg.

11. Kuota Haji Indonesia
Kuota Haji untuk Indonesia setiap tahunnya adalah 211 ribu jamaah, 194 ribu jamaah Haji regular dan 17ribu jamaah Haji khusus. Indonesia merupakan Negara dengan jamaah Haji terbanyak.

12. Kurma Ajwa
Kurma ini yang dahulu sering di makan Nabi Muhammad SAW. jenis kurma yang paling lezat diantara kurma lainnya. khasiat dari kurma ini adalah di yakini bisa menyembuhakn penyakit dan racun.

13. Makam Rosulloh
Makam (pusara) Rasullullah SAW terletak di sebelah Timur Masjid Nabawi. Di tempat ini dahulu terdapat dua rumah, yaitu rumah Rasulullah SAW bersama Aisyah dan rumah Ali dengan Fatimah. Sejak Rasulullah SAW wafat pada tahun 11 H (632 M), rumah Rasullullah `SAW terbagi dua.Bagian arah kiblat (Selatan) utk makam Rasulullah SAW dan bagian Utara utk tempat tinggal Aisyah.

Sumber :

Artikel ini nemu dari  iniunic.blogspot.com/2012/10/13-fakta-unik-haji-serba-13.html

Populasi Dunia : Ateis Terbanyak Ketiga Setelah Kristen dan Islam


Jumlah orang yang tidak menganut agama apapun atau ateis tercatat sebagai terbanyak yang ketiga di seluruh dunia, setelah Kristen dan Islam. Ateis terbanyak dilaporkan terdapat di negara China yang menganut paham komunis.
Laporan ini berdasarkan hasil survei lembaga Pew yang dilansir Reuters, Selasa 18 Desember 2012. Dalam laporan bertajuk "The Global Religious Landscape” yang ditulis oleh Pew Forum on Religion and Public Life, ateis, orang-orang yang tidak beragama, atau penganut aliran kepercayaan berjumlah sekitar 1,1 miliar di seluruh dunia.
Sebanyak 62 persen atau sekitar 700 juta penduduk ateis tinggal di China. Jumlah ini melingkupi 52,2 persen dari populasi keseluruhan China. Penduduk ateis kedua terbesar adalah Jepang dengan 72 juta orang atau sekitar 57 persen dari populasi negara itu. Ketiga adalah Amerika Serikat dengan 51 juta orang, sekitar 16,4 persen dari populasi keseluruhan AS.
Sebanyak 405 juta atau sekitar 6 persen dari populasi dunia menganut aliran kepercayaan, di antaranya adalah suku-suku Afrika, Amerika Serikat dengan penduduk Indiannya dan Australia dengan suku Aboriginnya.
Sekitar 58 juta orang yang masuk dalam kategori "tanpa agama" ini adalah penganut kepercayaan dan agama yang bukan mainstream. Di antaranya adalah Baha'i, Jainisme, Shinto, Sikh, Tenrikyo, Wicca dan Zoroaster. Kebanyakan tinggal di wilayah Asia-Pasifik.

Islam Paling Berkembang
Jumlah penganut Kristen adalah yang terbesar di dunia sebanyak 2,2 miliar orang, atau sekitar 31,5 persen populasi dunia. Sebanyak 50 persen dari jumlah ini adalah penganut Katolik Roma, sisanya Protestan, Anglikan dan aliran-aliran non-denominasi lainnya.
Penganut Islam adalah kedua terbesar dengan jumlah 1,6 miliar orang di seluruh dunia, atau sekitar 23 persen dari populasi global. Sebanyak 90 persennya adalah Sunni, sisanya Syiah.
Menurut riset Pew, Islam akan menjadi agama paling berkembang di dunia di masa depan. "Muslim akan berkembang seiring tersebarnya populasi dunia dan penganutnya kebanyakan berada di usia muda," kata peneliti di Pew, Conrad Hackett.
Agama keempat terbesar adalah Hindu dan Buddha. Penganut Hindu terbanyak terdapat di India, Nepal dan Bangladesh. Sementara Buddha terbanyak terdapat di China, Thailand dan Jepang.
Pew juga memprediksi, agama dengan perkembangan paling lambat di masa depan adalah Yahudi. Pemeluk Yahudi hanya 14 juta orang, atau 0,2 persen dari populasi dunia. Pemeluk terbanyak adalah di Israel, dengan 40,5 persen dari porsi Yahudi di seluruh dunia.
Hackett mengatakan bahwa penelitian ini didasarkan pada data tahun 2010, yang meliputi 2.500 konsensus, survei, dan jumlah populasi terdaftar.

Artikel ini "Nemu" dari tasikmakalah.blogspot.com/populasi-dunia-ateis-terbanyak-ketiga-setelah-kristen-dan-islam/